article

Mau Beli Keyboard Baru? Pertimbangkan Dulu Enam Hal Ini Sebelum Membeli!

Mau Beli Keyboard Baru? Pertimbangkan Dulu Enam Hal Ini Sebelum Membeli!

Keyboard adalah salah satu komponen sistem komputer yang sangat penting. Keyboard adalah salah satu dari sepasang alat input utama pada sistem komputer pada umumnya. Alat input utama lainnya itu adalah mouse.

Meskipun keyboard memiliki bentuk tradisional yang cenderung mudah dikenali, namun ternyata keyboard tidak semuanya sama. Ada keyboard yang khusus untuk mobilitas  ada pula keyboard yang mementingkan kenyamanan. Ada keyboard yang dipakai untuk kerja serbaguna, ada pula keyboard yang digunakan khusus untuk gaming. Ada juga keyboard yang masih menggunakan kabel, ada pula keyboard yang menggunakan koneksi wireless dan bluetooth.

Nah, jika kebetulan Anda ingin membeli keyboard baru, mungkin keenam poin ini patut menjadi bahan pertimbangan. Mari simak!

ads

 

1. Standard atau Gaming?

Tahukah Anda bahwa keyboard itu sebenarnya tidak hanya begitu-begitu saja? Bagi kita yang awam, mungkin mengenal keyboard sebagai keyboard biasa, berfungsi sebagai alat input, untuk memasukkan data angka dan huruf (alfanumerik), atau simbol-simbol lainnnya, juga sebagai alat kendali komputer. Namun begitu, sejatinya ada banyak sekali jenis keyboard di dunia.

Coba perhatikan dua contoh keyboard di bawah ini. Apa perbedaan di antara keduanya? Yang atas tampak biasa sedangkan yang dibawahnya tampak lebih keren?

Mau Beli Keyboard Baru? Pertimbangkan Dulu Enam Hal Ini Sebelum Membeli!

Sebenarnya bukan cuma soal keren atau polosnya sih. Gambar tersebut memperlihatkan perbandingan umum tombol dan kelengkapan fitur pada dua jenis keyboard: keyboard generik yang serbaguna dan keyboard gaming yang memiliki tombol makro. Keyboard gaming berbeda dari keyboard biasa karena biasanya dilengkapi dengan yang namanya tombol macro. Tombol ini bisa diprogram ulang sendiri fungsinya, melalui software yang disediakan ataupun secara langsung.

Umumnya, harga keyboard gaming lebih mahal daripada keyboard generik karena memiliki memori sendiri untuk merekam fungsi-fungsi programmable macro tadi.

 

2. Konektivitas

Saat ini, terdapat dua jenis media konektivitas antara keyboard dengan komputer. Pertama, konektivitas menggunakan kabel. Media kabel adalah sarana konektivitas tradisional, karena telah digunakan sejak zaman dahulu kala, ketika Homo sapiens pertama kali mendesain Personal Computer alias PC.

Konektivitas keyboard yang lebih modern adalah menggunakan wireless alias nirkabel. Jenis koneksi wireless yang tersedia adalah wireless Wifi maupun Bluetooth. Keunggulan koneksi nirkabel adalah kepraktisan dan kerapian keyboard ketika dibawa-bawa, maupun ketika disimpan di dekat komputer.

Tidak ada kabel yang malang-melintang atau bersimpul keriting di sekitar PC membuat meja PC tampak rapi dan simpel. Sementara untuk komputer portabel, keyboard tanpa kabel membuatnya lebih mudah dibawa-bawa dan tidak ribet harus colok sana-sini.

 

3. USB atau PS/2?

Nah, kalau yang ini, adalah soal pilihan jenis konektor atau colokan dari PC ke media konektiitas keyboard. Sampai saaat ini, ada dua jenis konektor yang lazim ditemukan.

Pertama, konektor jenis PS/2. Konektor PS/2 adalah konektor yang mudah dikenali karena bentuknya yang berbeda dari konektor lain. Bentuknya membulat dan memiliki pin (untuk yang colokan jantan) atau lubang (untuk colokan betina).

Colokan PS/2 ini normalnya hanya ditemukan pada dua macam alat input. Selain keyboard, hanya mouse yang menggunakan colokan macam ini.

Mau Beli Keyboard Baru? Pertimbangkan Dulu Enam Hal Ini Sebelum Membeli!

Namun begitu, belakangan ini pabrikan alat input sudah mulai jarang membuat keyboard atau mouse dengna konektor PS/2 karena hanya bisa digunakan pada komputer tipe Desktop. Komputer laptop zaman dulu memang punya konektor PS/2 namun tidak dengan laptop-laptop zaman sekarang.

Maka dari itu, para vendor dan pabrikan sudah beralih ke colokan yang lebih universal dan serbaguna: USB alias Universal Serial Bus. Colokan yang kedua ini saya rasa lebih mudah dikenali karena memang sudah sangat lazim dijumpai. Mulai dari kabel memory card reader, kabel data ponsel, kabel printer dan scanner, modem portable, sampai charger ponsel sekarang sudah menggunakan konektor USB.

 

4. Switch Tombol

Meskipun ada pula keyboard yang tidak memiliki tombol (misalnya on-screen keyboard atau keyboard dari sensor sinar inframerah), lazimnya dan tradisionalnya keyboard memiliki tombol-tombol. Dan memang dari situlah namanya keyboard berasal—key ‘kunci; tombol’.

Tombol keyboard pada dasarnya memiliki mekanisme dan fungsi yang sama dengan tombol saklar pada bel pintu. Jika ditekan, arus listrik akan melewatinya, dan arus listrik ini akan mengirim instruksi pada chip kontrol keyboard untuk mengirim data input (fungsi kontrol, karakter simbol, huruf, atau angka) ke komputer.

Perangkat saklar atau switch pada keyboard terletak pada masing-masing tombol yang ada. Di setiap switch tersebut, terdapat komponen khusus yang berfungsi melentingkan balik tombol yang ditekan ke posisi semula. Kebanyakan keyboard biasa dan keyboard multifungsi zaman sekarang menggunakan switch berbahan karet.

Durabilitas keyboard berbahan karet memang tidak terlalu bagus karena membran karet yang menjadi pelenting balik tombol rawan sobek. Jika membran karet tersebut sobek, tombol keyboard akan sulit kembali ke posisi semula atau terasa tidak nyaman ketika ditekan.

Keyboard zaman dahulu menggunakan switch jenis mekanik. Switch ini lebih mahal dan kompleks desainnya namun lebih awet ketimbang yang berbahan karet. Maka dari itulah, switch jenis mekanik kebanyakan digunakan pada keyboard komputer bisnis zaman dulu (dekade ’80-an hingga awal ’90-an).

Di zaman sekarang, mungkin hanya keyboard untuk gaming yang menggunakan switch mekanik. Itupun harganya biasanya tidak murah. Keyboard mekanik dari Logitech yang lazim saya temukan di toko komputer seperti Logitech G310 Atlas Dawn saja dijual dengan harga RP 1 juta 700 ribuan.

Namun keuntungan keyboard dengan switch mekanis adalah daya tahan tombol yang relatif terjamin. Plus, kalaupun rusak, anda bisa mengganti switch per tombol tanpa harus mengganti seluruh keyboard dengan unit keyboard baru.

 

5. Bentuk dan Desain

Soal bentuk dan desain keyboard, mungkin tidak terlalu banyak yang memikirkan soal ini. Yah, yang namany keyboard kan lazimnya berbentuk kotak, relatif pipih, dan memanjang.

Mau Beli Keyboard Baru? Pertimbangkan Dulu Enam Hal Ini Sebelum Membeli!

Akan tetapi, soal bentuk dan desain bukan sekadar bentuknya bagus dengan desain menarik atau membosankan. Bentuk dan ukuran sebuah keyboard memengaruhi kepraktisannya; kepraktisan untuk dibawa-bawa atau kepraktisan menekan tombolnya.

Mini keyboard yang kecil dan ramping biasanya digunakan sebagai keyboard cadangan laptop atau untuk keyboard pribadi yang digunakan ketika Anda tidak suka dengan keyboard pada suatu laptop atau komputer di tempat lain. Desain mini keyboard mementingkan kepraktisan dan mobilitas sehingga tidak sedikit yang menggunakan konektivitas wireless ataupun bluetooth ketimbang kabel.

Sementara itu, kebanyakan keyboard desktop reguler berbentuk memanjang dan agak bongsor. Bentuk ini untuk mengakomodasi tombol-tombol keyboard yang juga relatif lebih besar, dan biasanya lebih lengkap ketimbang mini keyboard portable. Dengan bentuknya yang mobilitasnya kurang itu, tentu keyboard ini tidak cocok untuk dibawa-bawa di dalam tas.

Keyboard desktop biasanya mementingkan kenyamanan. Maka dari itu, tidak jarang jika keyboard desktop memiliki palm rest, yaitu pemanjangan permukaan keyboard pada sisi yang dekat dengan tubuh pengguna. Fungsi dari pemanjangan ini adalah agar telapak tangan dapat bersandar dengan posisi yang nyaman. Palm rest adalah fitur yang memberikan kenyamanan pada pengguna keyboard, terutama jika si pengguna harus mengetik dalam waktu yang lama seharian. 

 

 

6. Tata Letak Tombol

Nah, yang terakhir ini mungkin penting-nggak-penting, bergantung pada seberapa detail Anda melihat sebuah benda.

Setiap keyboard memiliki puluhan hingga ratusan tombol. Tombol-tombol ini disusun sedemikian rupa sehingga dapat dilihat, dijangkau, dan ditekan dengan mudah. Dan jangan salah, tidak semua keyboard memiliki layout atau tata letak tombol yang sama.

Beberapa orang mungkin menganggap layout tata letak tombol keyboard itu tidak penting, karena di keyboard manapun juga, yang namanya tombol Enter pasti besar, tombol spasi pasti panjang, tombol huruf /w/, /s/, /a/, dan /d/ pasti berdekatan dan membentuk susunan segitiga, tombol Escape pasti di ujung kiri, dan tombol F1 sampai F12 pasti berderetan ke sebelah kanan dari tombol Escape.

Akan tetapi, tahukah Anda bahwa tata letak tombol keyboard, termasuk ukuran, jarak kedalaman tekan, dan jarak renggang antartombol bisa memengaruhi efisiensi dan kecepatan Anda mengetik?

Kalau misalnya Anda sering bekerja di laptop pribadi atau di komputer pribadi, atau di komputer kantor yang tak pernah bergantian dengan orang lain, Anda akan terbiasa pada layout keyboard tersebut. Otomatis, kecepatan Anda mengetik jelas lebih cepat dan kemungkinan Anda salah menekan tombol (miss) akan lebih kecil.

Namun begitu, ketika tiba-tiba suatu ketika Anda harus berganti komputer, misalnya ke warnet, ke rental komputer, atau meminjam laptop teman, kemudian mencoba mengetik pada komputer tersebut, Anda akan merasa agak kikuk atau canggung, karena tak terbiasa melihat atau menyentuh tata letak keyboard tersebut. Akibatnya, kecepatan mengetik berkurang dan ketelitian menekan tombol menurun—akan sering mengalami typo.

Demikianlah enam poin yang perlu anda pertimbangkan sebelum membeli keyboard anyar. Mudah-mudahan pembahasannya tidak kepanjangan yah? Anyway, semoga informasi ini bisa membantu anda menentukan jenis keyboard yang tepat demi kenyamanan mengetik dan kepraktisan mobilitas yang anda butuhkan.

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads