article

Mengenal Virus Zika, Virus Mematikan bagi Calon Bayi

Mengenal Virus Zika, Virus Mematikan bagi Calon Bayi

Sebuah jenis virus terbaru yang disebarkan oleh hewan penghisap darah mungil yang kita kenal dengan nama nyamuk saat ini sedang ramai dibicarakan dan menjadi sebuah kekhawatiran oleh banyak orang di berbagai belahan dunia.

Menjadi sebuah kekhawatiran karena virus yang bernama virus Zika ini diketahui memiliki hubungan dengan kelainan sistem saraf pada bayi yang baru lahir.

Virus Zika sendiri disebarkan oleh nyamuk yang terkenal berbahaya karena dapat menularkan virus penyebab demam berdarah, yaitu nyamuk bernama Aedes aegypti.

ads

Penyebaran virus Zika ini diketahui telah menyebar dengan pesat ke 24 negara bagian di benua Amerika dengan pengecualian dua negara lain.

Menurut pihak WHO (World Health Organization), penyebaran virus dengan kecepatan yang cukup luar biasa di sebagian besar negara di benua Amerika tersebut dikarenakan penduduknya tidak mempunyai immunitas terhadap virus tersebut

Virus Zika dihubungkan kelainan sistem saraf pada bayi yang baru lahir dengan sebutan medisnya microcephaly, yang dapat menyebabkan kelainan pada bayi berupa ukuran kepala yang kecil yang merupakan sebuah hal serius.

Selain itu, kondisi microcephaly ini juga dapat menyebabkan pelannya pertumbuhan mental seorang anak.

Di bawah ini adalah 5 hal yang harus Anda ketahui soal virus Zika. Mulai dari apa sebenarnya virus Zika, bagaimana cara penyebaran virus Zika, sejauh mana virus Zika menyebar hingga saat ini, bagaimana cara Anda melindungi diri Anda seandainya virus Zika menyebar di wilayah Anda dan apa yang harus dilakukan untuk menghentikan penyebaran virus tersebut.

 

1. Apa itu Virus Zika?

virus Zika adalah sebuah flavivirus, yaitu virus yang juga satu keluarga dengan virus penyebab penyakit Chikungunya. Perbedaan dari kedua virus tersebut hanya satu yaitu, jika pada Chikungunya sudah ada obatnya, virus Zika yang baru ditemukan belum lama ini masih belum ada obatnya.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, virus Zika ini menjadi kekhawatiran dunia internasional karena virus ini diketahui mempunyai hubungan antara kelainan bernama microcephaly, yaitu sebuah kelainan sistem saraf pada bayi yang baru lahir yaitu bayi dengan ukuran kepala yang kecil, serta lambatnya pertumbuhan mental bayi tersebut kedepannya.

Sejak bulan November 2015 kemarin, di Brazil sendiri sudah ditemukan 4,180 kasus microcephaly yang diakibatkan oleh virus Zika.

Mengenal Virus Zika, Virus Mematikan bagi Calon Bayi

 

2. Bagaimana Cara Penyebaran virus Zika?

Virus Zika menyebar melalui gigitan nyamuk yang kita kenal dengan nama nyamuk Aedes aegypti.

Bagi orang-orang yang terjangkit virus tersebut, mereka akan mengalami gejala-gejala ringan seperti demam, pusing-pusing, bintik-bintik merah pada kulit seperti halnya ketika terkenal demam berdarah, serta kemungkinan bola mata yang menjadi kemerahan.

Berdasarkan hasil survey dari CDC Amerika, 80 persen dari mereka yang terjangkit virus tersebut tidak sadar telah terinfeksi virus Zika.

 

 

Ke Halaman Selanjutnya

 

3. sejauh mana virus Zika menyebar hingga saat ini?

Hingga sekarang, penyebaran virus Zika sendiri telah ditemukan setidaknya di 24 negara di benua Amerika yaitu Puerto Rico, Venezuela, Samoa, Suriname, Saint Martin, Paraguay, Panama, Meksiko, Martinique, Honduras, Haiti, Guyana, Guatemala, Guadelupe, French Guiana, Bolivia, El Savador, Ecuador, Colombia, Cape Verde, dan Brazil.

Sementara itu, di negara seperti Kanada dan Chili tidak terkena wabah virus tersebut karena di kedua negara tersebut tidak ada nyamuk Aedes aegypti yang menjadi pembawa virus Zika.

Virus Zika juga diketahui telah mendarat di Amerika Serikat. Namun setelah diteliti lebih lanjut, penyebaran virus tersebut ternyata dibawa oleh orang yang terjangkit di negara-negara yang memang sudah diketahui sedang mengalami wabah virus tersebut.

 

4. Apa yang Harus Anda Lakukan untuk Melindungi Diri Anda dari Virus Zika?

Dengan belum adanya pengobatan atau vaksin untuk jenis virus ini, satu-satunya tindakan pencegahan yang dapat kita lakukan agar tidak terjangkit virus ini adalah dengan tidak bepergian ke wilayah yang terjangkit virus tersebut seperti yang sudah disebutkan di atas khususnya bagi mereka para ibu hamil.

Ataupun seandainya Anda harus pergi ke wilayah-wilayah tersebut, pihak CDC menghimbau semua orang untuk selalu menggunakan lotion anti nyamuk, menggunakan celana panjang, serta pakaian berlengan panjang serta tidur di tempat yang menggunakan AC serta tertutup dari nyamuk.

Menurut pihak CDC, infeksi virus Zika ini dapat dihindari penyebarannya terhadap orang lain jika Anda yang sudah terinfeksi virus tersebut menghindari gigitan nyamuk selama satu minggu setelah Anda mulai mengalami gejala-gejala terjangkitnya virus tersebut.

 

5. Apa yang Harus Dilakukan untuk Menghentikan Penyebaran Zika?

Para peneliti di seluruh dunia hingga saat ini sedang berusaha untuk membuat vaksin yang dapat membunuh virus Zika.

Namun, sebelum akhirnya penelitian tersebut membuahkan hasil, para pakar kesehatan di berbagai belahan dunia, khususnya di benua Amerika saat ini hanya dapat menerapkan metode pemberantasan nyamuk tradisional seperti pengasapan, dan pengosongan tempat-tempat yang memiliki potensi menjadi sarang nyamuk.

Pencegahan lainnya adalah dengan pemanfaatan nyamuk berjenis kelamin jantan hasil rekayasa genetika oleh sebuah perusahaan asal Inggris bernama oxitec.

Dengan memanfaatkan nyamuk hasil rekayasa genetika ini, nyamuk-nyamuk yang dibuahi oleh nyamuk yang diberi nama OX513A akan dapat membunuh nyamuk-nyamuk ketika masih berupa jentik. [FM]

 

 

gambar: Vectorbase

 

 

 

 

 

 

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads