article

Potret Kehidupan Masyarakat Suku Lundayeh di Krayan ,Kalimantan Utara

Potret Kehidupan Masyarakat Suku Lundayeh di Krayan ,Kalimantan Utara

Suku dayak Lundayeh adalah salah satu suku yang menetap di Kabupaten Nunukan,Kalimantan Utara tepatnya Kecamatan Krayan berpusat  pemerintahan di Long Bawan.Kecamatan Krayan terletak di bagian Barat Kabupaten Nunukan dan berbatasan dengan Serawak,Malaysia terdiri dari 65 desa yang jumoah penduduknya 1.150.438 jiwa. Masyarakat suku dayak Lundayeh  di Kecamatan Krayan terletak didataran tinggi yang dikelilingi oleh pegunungan hutan tropis nan lebat yang masih alami  selanjutnya untuk menempuh ke kecamatan Krayan dari Kecamatan Nunukan harus ditempuh melalui transportasi udara melalui penerbangan dari bandara Nunukan ke bandara perintis Long Bawan.
      
Kawasan Kecamatan Krayan  berada didataran tinggi dengan hawa dingin pegunungan, meskipun letaknya dikawasan pegunungan kondisi tanahnya cukup datar yang bisa dimanfaatkan untuk pemukiman dan membuka lahan pertanian. Suku dayak Lundayeh tinggal didaerah pelosok pedalaman sangat akrab dan bersahabat dengan alam sehingga tercipta budaya kearifan lokal .Tak heran kondisi alam tetap terjaga kelestariannya kemudian suku Dayak lundayeh ini yang  hidup bersama kearifan lokalnya bersahabat dengan alam sampai kini.
      
 Krayan yang dikenal salah satu  Kecamatan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara dengan luas wilayah 1.837.54 km2 dengan jumlah desa sebanyak 65 desa.Semua dari 65 desa tersebut berada didataran tinggi pada ketinggian 750-1200 meter dari permukaan laut. 65 desa itu sebagian berada di dalam kawasan hutan berada di pinggir hutan dan di luar kawasan hutan, Krayan juga daerah terluar yang berbatasan langsung dengan negara bagian Sabah dan Serawak Malaysia.

Krayan yang berbukit - bukit berada didataran tinggi membuat wilayah ini terisolir dari dunia luar sepert inilah potret kehidupan daerah perbatasan di Indonesia.Kondisi miris daerah perbatasan Krayan adalah akses jalan ke wilayah kecamatan Nunukan dan daerah lainnya di Kabupaten jalan yang belum beraspal menuju pusat kota hanya jalan - jalan seadanya serta hutan - hutan belantara.
      
Akses jalan - jalan di wilayah negara Malaysia sungguh terbalik dengan jalan - jalan di wilayah Krayan. sangat mudah dijangkau bahkan menawarkan berbagai kemudahan membuat masyarakat Krayan pun terpikat sehingga kesan yang ada seperti mereka mencintai Negeri Jiran. Akses menuju pusat kota di daerah Nunukan dan sekitarnya, maka warga Krayan tak punya pilihan selain Malaysia sebagai tujuan untuk memenuhi segala kebutuhan hidup.
    
Krayan yang berada di dataran tinggi yang dikelilingi pegunungan,bukit dan kawasan Taman  Nasional   Kayan Mentarang dan termasuk hutan yang dilindungi serta menjadi bagian dari Taman Nasional. Krayan dengan kekayaan alamnya sesungguhnya memiliki  potensi ekonomi yang besar salah satunya pertanian organik padi Adan yang terkenal dengan beras Adan Krayan.

Sistem pertanian organik padi Adan yang dikelola petani Krayan yang umumnya petani Krayan ini sebagian besar  penduduk asli dayak Kalimantan yakni suku dayak Lundayeh. Suku dayak Lundayeh dikenal sebagai salah satu suku yang sangat konsisten terhadap adat istiadat dalam kehidupan sehari- hari termasuk dalam bertani  .Pola pertanian masyarakat Krayan perpaduan  antara sistem pertanian organik, budaya suku dayak Lundayeh dan alam.Adat istiadat suku dayak Lundayeh sebagai penyangga nilai - nilai hidup masyarakat Krayan mengajarkan kearifan lokal dalam bertani. Krayan menjadi daya tarik tersendiri akan potensi alam yang khas dengan sistem pertanian organik bertumpu kepada sumber daya alam dipadu area pesawahan di Krayan bagian dari kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang yang kaya akan beragam flora dan fauna.

ads

Kondisi ekonomi Krayan mulai menggeliat sejak adanya budidaya padi Adan serta pertanian organik padi Adan yang dikelola oleh petani Krayan. Perjuangan petani Krayan luar biasa mampu menghasilkan produk beras Adan Krayan di daerah perbatasan daerah terpencil yang penuh keterbatasan. Kecamatan Krayan terdiri dari 65 desa dengan luas sawah 3600 hektar ini mampu menghasilkan beras Adan Krayan dikenal pulen, legit, dan aromatik.

Beras Adan Krayan berasal dari bibit padi Adan pilihan dan sebelum disemaikan bibit padi direndam selama sehari semalam, diangkat didinginkan kemudian disemaikan kembali, dan ditebar, tumbuh padi. Bibit padi Adan  yang disemaikan sebelum umur 30-40 hari dipindah ke tempat bergenang air agar bebas dari gulma. Petani Krayan menanam padi setahun sekali. Pasca panen lahan dibiarkan tidak produktif dan menjadi tempat kerbau  berkubang, Kerbau sengaja dilepas agar memakan jerami, dibiarkan berendam,membuang kotoran di sawah, kerbau dibiarkan menginjak lahan pertanian agar lahan pertanian menjadi subur, Budidaya padi Adan tidak sama sekali menggunakan pestisida dan kesemuanya organik. Sistem pertanian padi Adan di Krayan perpaduan peternakan kerbau, pemeliharaan ikan dan pemanfaatan air bersih dari gunung untuk irigrasi tradisional.

Bibit padi Adan yang telah disemaikan kemudian dipindah ke lahan pertanian untuk ditanam , Padi yang ditanam kemudian dialiri air dari gunung yang murni, jernih bebas dari bahan kimia. Lahan pertanian di wilayah Krayan berada dalam kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang  yang dikelilingi pepohonan yang rindang menjadi daya tarik tersendiri. Ketika panen tiba warga Krayan bergembira tidak saja petani ,geraja pun ikut terlibat dalam memanen padi .Pasca panen petani Krayan sering mengalami kesulitan untuk memasarkannya ke pusat kota di Nunukan dan sekitarnya akibat tidak ada akses jalan. Kondisi ini membuat petani Krayan memilih memasarkan hasil pertanian ke Sabah dan Serawak, Di samping akses jalan lebih mudah dan harganya lebih tinggi dibanding dipasarkan di negeri sendiri.

Transaksi jual beli produk pertanian ke Malaysia telah berlangsung puluhan tahun berdampak beras Adan Krayan diakui milik Malaysia dengan merek Bario Rice. Kini Beras Adan Krayan dipatenkan dengan diterbitkannya Indikasi Geografis, sertifikat paten tahun 2012. Hak paten beras Adan Krayan, maka tidak lagi bagi Malaysia mengklaim beras Adan produksi Malaysia. Potensi ekonomi wilayah Krayan yang tak kalah menarik yakni perternakan. Perternakan sejak lama berkembang di Krayan seiring berkembangnya pertanian organik padi Adan. Potensi ternak wilayah ini sungguh menarik betapa tidak lahan pertanian dimanfaatkan untuk tempat perternakan. Lahan pertanian dijadikan tempat perternakan setelah pasca panen. 

(bersambung ke halaman ke-2)
 

Pasca panen lahan dibiarkan tidak produktif selanjutnya lahan pertanian ini dialiri air dari gunung yang murni,jernih tanpa zat kimia untuk dijadikan kolam. Kolam inilah kemudian dijadikan tempat perternakan kerbau, unggas dan pemeliharaan ikan dalam satu tempat. Ternak kerbau adalah simbol prestise masyarakat Krayan. Jadi siapa yang memiliki kerbau banyak menunjukkan status sosial seseorang tinggi dan disegani .Kerbau juga menjadi persyaratan ketika warga Krayan menikah atau mas kawin kalau sekarang jujuran untuk perkawinan hanya menyediakan 3 ekor kerbau.

 Kerbau Krayan terus mengalami perkembangan yang berarti bahkan  daging kerbau Krayan rasanya yang enak terkenal di Brunei Darussalam ,Malaysia menjadi makanan favorit warga Brunei. Transaksi jual beli ternak kerbau Krayan terus meningkat berikut permintaan kerbau juga ikut meningkat  saat bulan ramadhan tiba terutama warga Brunei yang penduduknya mayoritas beragama Islam  lebih senang mengkomsumsi daging kerbau Krayan.

 Kerbau Krayan laris manis meningkat setiap tahun  menjelang hari-hari besar Islam seperti Idul fitri dan Idul Adha. Saat itu permintaan kerbau Krayan meningkat tajam 2 sampai 3 kali lipat harganya dari hari - hari biasa bisa terjual 50 - 100 ekor, bahkan permintaan tidak menentu tergantung jumlah kerbau tersedia. Permintaan kerbau yang tinggi tidak diikuti dengan peningkatan kuantintas berupa pengadaan kerbau tidak maksimal, akibatnya ketika permintaan tinggi saat menjelang hari - hari besar Islam  terjadi berbagai persoalan. Masalah tersebut antara lain jumlah permintaan tinggi sedangkan populasi kerbau terbatas, tidak adanya program pengadaan kerbau. Akibatnya, untuk memenuhi permintaan warga Brunei tergantung pada kepemilikan kerbau dalam arti siapa yang memiliki kerbau mereka yang menyerahkan kerbau ke para pedagang Brunei.

 Sementara itu, Tempat penggembalaan kerbau selama ini hanya di areal persawahan, namun tempat ini pada perkembangan tidak memadai. Alasan inilah mendorong peternak kerbau di Krayan melakukan perluasan kawasan penggembalaan untul memperbanyak populasi. Selain itu,digalakkan pula intensifikasi kawin alam dan gerakan massal inseminasi buatan dengan menggunakan straw kerbau unggul memperbaiki kualitas kerbau di Krayan.Masalah lain berkaitan dengan usaha ternak kerbau yang dihadapi peternak kerbau yakni pakan kerbau yang semakin menipis ,maka digalakkan pemanfaatan jerami pakan ternak selama ini tidak dimanfaatkan. Masalah pakan ternak menjadi dilema perternak di Krayan untuk itu digalakksn pula penanaman rumput pakan ternak, legum pohon dan gamai.

 Potensi ternak tak kalah menarik yakni pemeliharaan ikan di lahan pertanian setelah panen .Ikan dipelihara diareal pertanian bersama. Kerbau yang dilepas bebas ke tengah sawah.Ikan yang dipelihara itu tidak dibeli dari pasar ,tetapi menariknya ikan- ikan tersebut datang sendiri ke sawah.Komoditi yang lain memiliki potensi ekonomi potensial yakni perkebunan buah. Wilayah Krayan yang berada di dataran tinggi dikenal tanahnya subur beragam tumbuhan flora  tumbuh subur di kawasan ini salah satunya pohon buah-buahan yakni buah apel dan nanas.

Buah apel juga memiliki potensi ekonomi yang tak kalah menarik, bahkan semenjak tahun 1997 telah diadakan program penanaman apel di wilayah Long Bawan. Daerah perkebunan Long Bawan telah dibentuk kelompok tani kemudian bibit pohon apel yang telah diserahkan ke petani buah tidak semua ditanam di daerah Long Bawan, namun sebagian bibit apel di jual ke wilayah Ba'klalan Malaysia. Apel tidak bisa ditanam di daerah Long Bawan entah bagaimana bisa terjadi.Apel yang berasal Long Bawan itu justru tumbuh subur dan Ba' klalan Malaysia mampu memproduksi banyak buah apel.

Daerah  Ba' klalan tumbuh subur buah apel, karena petani Ba' klalan mendatangkan petani dari Malang serta membudiyakan layaknya di Malang sehingga Ba' klalan saat ini terkenal sebagai kota penghasil apel.Krayan juga terkenal dengan tanaman Nanas yang diproduksi dari beberapa desa yakni Long Bawan ,Long Umung, serta kampung Baru.

Komoditi yang memiliki potensi ekonomi selain komoditi buah yakni tanaman hortikultura berupa kacang tanah dan kubis. Komoditi sayuran berkembang baik tumbuh subur di daerah Long Bawan. Petani Krayan yang menanam tanaman hortikuitura terbatas, akibat kurang pengalaman bercocok tanam holtikultura. Petani sayur yang menanam tanaman hortikultura bukan petani Krayan justru petani berasal dari jawa serta Tana Toraja .Pengalaman bercocok tanam petani Krayan dalam hal menanam tanaman hortikultura masih kurang ,tetapi tanaman hortikultura seperti : kacang tanah dan buncis mudah dijumpai di warung-warung kecamatan Krayan. 
    
Komoditi pertanian yang diberkembang daerah Krayan di samping pertanian padi Adan komoditi Garam juga pesat kemajuannya yang dikenal garam gunung. Garam gunung ditemukan daerah Krayan oleh seorang pemburu selanjutnya sang pemburu menembak seekor burung dengan menggunakan sebuah sumpit dan burung itu jatuh ke rawa di hutan. Burung yang jatuh ke rawa- rawa tersebut kemudian dicabuti bulu-bulunya dan dicuci dengan menggunaka.Air rawa kemudian dipanggang, tapi rasanya gurih. Sejak peristiwa masyarakat sekitar rawa mulai menggunakan air tersebut untuk memasak makanan dan masyarakat setempat dengan kecerdikan, ketrampilannya mengubah air yang memiliki sanilitasi tinggi menjadi garam.

Garam gunung atau Tusu Abu bersumber dari mata air di dataran tinggi Kayan yang memiliki kadar garam tinggi. Garam gunung berasal dari Kayan dikenal dan diperdagangkan sejak zaman nenek moyang. Kawasan dataran tinggi Krayan terdapat mata air mengandung garam yang tinggi konsentrasinya tersebar di lembah - lembah aluvial yang datar, daerah rawa tempatnya rendah yang lain mengalir dari kaki bukit serta bercampur air sungai. Saat ini terdapat 33 mata air garam yang terdapat di dataran tinggi Krayan.

Garam gunung yang ada di Krayan, Kalimantan Utara tepatnya di Desa Long Midang, gunung Krayan. Desa Long Midang adalah sentra industri garam gunung. Desa ini jauh dari laut, bahkan berada di dataran tinggi Krayan pada ketinggian 2.400 meter dari permukaan laut. Garam gunung memiliki persamaan dengan garam laut yakni seperti pasir berwarna putih, tetapi garam gunung sebagaimana dilansir Detik.com tertanggal 25 April 2012 memiliki kandungan yodium yang tinggi. Selain kandungan yudiom tinggi  garam gunung memiliki kelebihan lain yaitu tidak mengubah warna pada sayur hijau sayur, dan warna, kesegaran sayur tetap terjaga.

Garam gunung yang diproduksi di desa Long Midang berada di dalam sumur yakni 2 sumur dengan menggunakan kaleng cat air sumur ditimba untuk dikeluarkan kemvdian ditampung suatu wadah besar terbuat dari potongan drum dan dimasak suhu sangat panas menggunakan kayu bakar sampai 100 derajat celsius hingga menjadi kristal garam. Produksi garam gunung terjadi sepanjang tahun secara bergilir oleh masyarakat setempat.

(bersambung ke halaman ke-3)
 

Proses pengolahan garam gunung  memerlukan waktu 2 sampai 3 minggu dengan menggunakan metode tradisional yang dikembangkan secara lokal yakni barel logam sebagai teknologi baru untuk mengolahnya dalam jumlah besar dengan waktu yang lebih singkat.Garam dikemas secara tradisional yakni dengan cara memanaskan garam yang dimasukkan dalam bambu di atas tungku kemudian membungkusnya memakai daun. Pasca  selesai pengemasan garam selanjutnya disimpan dalam tumpukan kayu bakar diletakkan di atas perapian di dapur. Metode ini sering dilakukan masyarakat Krayan agar balok-balok garam tetap keras serta kering bertahan selama bertahun-tahun.

Garam gunung ini juga terdaftar pada Slow Food internasional lantaran unik bercitarasa khas membuat garam gunung Kayan dikenal sampai Malaysia,Brunei Darussalam.Garam gunung yang terkenal di Malaysia,Brunei akan keunikan,citarasa khas ,namun garam gunung dibuat dari Krayan, Kalimantan Utara ironisnya garam gunung buatan axli Indonesia justru belum banyak dikenal masyarakat Indonesia.  
     
Potensi ekonomi Kecamatan Krayan tak kalah menarik yakni Agrowisata. Agrowisata yang dimiliki Krayan kurang dikenal masyarakat luas padahal kekayaan alam dengan sistem pertanian padi Adan, keindahan alam, budayanya sungguh mempesona bisa dijadikan destenadi wisata di Kalimantan utara. Wacana Krayan dijadikan destinasi wisata telah lama lama digularkan oleh pemerintah setempat sejak setahun yang lalu, namun belum dikelola secara profesional. Potensi parawisata Krayan cukup menarik antara lain Sumur garam di desa Midan, gunung Yuvai, Semaring di long Bawan, taman nasional kayan Mentarang dan beberapa tempat wisata lainnya. 

Ekonomi Kecamatan Krayan yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia  dari tahun ke tahun tidak menentu, bahkan selama 70 tahun Indonesia merdeka kondisi sosial ekonomi Krayan masih jauh tertinggal dari daerah lain di Indonesia. Wilayah Krayan daerah terpelosok pedalaman Kalimantan hampir sebagian besar wilayah desa - desa berada di kawasan dataran tinggi yang berbukit- bukit sulit dijangkau .Krayan termasuk salah satu dari  28 kawasan strategis nasional, namun disisi lain masyarakat Krayan jauh dari kendali pemerintahan.

Ekonomi Krayan tertinggal, bahkan hingga memasuki tahun 2017 pemenuhan ekonomi kebutuhan sehari - hari 95 persen masyarakat Krayan sangat tergantung pasokan kebutuhan pokok dari negara Malaysia. Hal ini membuktikan keterikatan ekonomi juga kedekatan emosional serta ikatan kekeluargaan sampai sekarang masih demikian melekat hanya dipisahkan oleh batas negara.Keadaan  ketahanan ekonomi Krayan masih lemah lantaran belum ada pembangunan yang signifikan.

Krayan selama puluhan tahun minim sentuhan pembangunan sehingga akses jalan jarang dijumpai hanya bisa menggunakan akses udara kemudian jalan-jalan ,jembatan banyak yang rusak. Tahun 2017 pembangunan infratruktur daerah Krayan terus dilakukan yakni pembangunan  jalan tembus Krayan jalan Malinau, Long Bawan - Long Midang sepanjang 20.75 km. Walau jalan tembus dibangun, Krayan masih tetap  tertinggal dari daerah lain  dalam pembangunan infratruktur. Pembangunan ekonomi di Krayan yang lambat membuat masyarakat Krayan  yang tinggal didaerah pedalaman ,perbatasan  terus menghadapi berbagai persoalan yang sulit terutama memperoleh berbagai kebutuhan pokok memenuhi kebutuhan sehari-hari. Atas dasar inilah mendorong masyarakat tinggal di dataran tinggi untuk berdiri sendiri menjadi sebuah daerah kabupaten baru yakni Kabupaten Krayan.

Walaupun kawasan Krayan terisolasi dari dunia luar sebagai akibat belum adanya akses jalan darat,tetapi pola kehidupan suku dayak Lundayeh cukup maju tak kalah dengan pola kehidupan suku lain di Kalimantan.Masyarakat Lundayeh sebagian besar mata pencahariannya bertani ladang gilir mudik dengan memanfaatkan dataran tinggi sebagai lahan pertanian. Sumber air irigasinya berasal dari air pegunungan dan menggunakan bibit padi lokal yang dibudidayakan masyarakat Krayan dan menggunakan pestisida alami terbuat dari kotoran hewan kerbau mampu menghasilkan beras berkualitas yakni beras Adan Krayan. Beras adan Krayan adalah beras organik ini terkenal hingga negara Malaysia dan Brunei Darussalam. Beras Pada memiliki citarasa berbeda dengan beras biasa, selain pulen juga sangat wangi.
     
Masyarakat Lundayeh yang tinggal di Krayan  dikenal sangat menghormati tradisi serta budaya leluhur nenek moyang, sehingga tak heran pola hidup masyarakat suku ini sangat erat dengan adat istiadat. Adat istiadat suku dayak Lundayeh di Krayan telah lama ada dan tetap terjaga kelestariannya hingga sekarang, karena suku ini dikenal kuat menjaga budaya kearifan lokal yang juga sangat bersahabat dengan alam. Hal ini membentuk karatertistik masyarakat Krayan yang terlihat dari kehidupan sosial budayanya mengingat masyarakat Lundayeh sebagian kehidupannya sangat tergantung pada alam.

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads