article

Sabar, Milik Rakyat

Sabar, Milik Rakyat

Ah, manusia selalu saja mengajarkan untuk bersabar. Mulutnya akan berkata “yang sabar, tuhan akan memberi jalan” dengan menepuk bahu. Seolah, memberikan semangat untuk kembali berjuang. Begitulah sabar. Sifat yang selalu menjadikan senjata bagi para penguasa menaruh sampah-sampah busuk di lading si miskin. Sambil berucap dan menodong uang ratusan ribu “Yang sabar, belum rejekinya”.

Kita selaku rakyat selalu dikatakan untuk sabar.  Lagi-lagi sifat yang lekat dengan “ketuhanan” ini sangat pas untuk manusia sekelas proletar dan jomblo kesepian seperti saya.  Bayangkan saja, mereka sebelum maju pilkada dengan lantangnya memuja rakyat yang belum tahu whatsapp, black bery messagger, hingga line.  Haduh, rakyat mah gitu.  Disuruh maju malah gak mau.  “Mau kalian apa ?” bentak calon legislatif yang gagal di usung partainya sendiri.

Pak dan bu dewan, kami sudah ribuan hari bersabar menunggu kalian untuk melihat kami. Betapa blangsaknya kami setiap hari minum oplosan yang harganya jauh dari rate rabel. Kami hanya bisa solat jum’at dengan imam yang tua, berbeda dengan kalian yang imam dan khatib selalu gonta-ganti setiap jum’at.  Nasehat kami hanya melihat bak-bak truk yang bertuliskan “Pulang Malu ,Tak Pulang Rindu”. Berbeda dengan kalian nasehatnya bisa dating ke studio dengan mendengarkan “Om-Om” yang sangat super.

ads

Maklumilah kami yang sudah jauh lebih dulu menikmati kesabaran yang katanya ada ambang batas.  Kesabaran kami selalu saja dipermainkan oleh bapak dan ibu dewan yang terhormat. Mulai dari dagelan hingga parodi bau pencitraan. Untung kami bersabar, hingga tak mau merobohkan tempat duduk para dewan terhormat.

Bapak dan ibu yang terhormat. Tetaplah berparodi seperti itu, supaya kesabaran kami dapat terlatih dengan baik. Dagelan-dagelan yang tidak sama sekali lucu, semoga membuai kehidupan anda yang penuh dengan pecitraan tiada tara.  Kami mah hanya rakyat yang lemah ekonomi hingga syahwat.

Bapak dan Ibu yang terhormat jangan lupa makan. Makan dapat meningkatkan kesabaran kalian dalam menyungah, sehingga lambung tidak terlalu menerima makanan yang keras. Seperti hati yang tak pernah bersabar.

Semoga saja.

sumber gambar ; www.tribunnews.com

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads